Cetak Banner Gambarnya Menyusut? Ini Solusinya!

Ilustrasi-Artikel-WP-Cetak-banner-menyusut
Cetak banner gambarnya menyusut? Yuk cari tahu solusinya!

Haloo Sahabat Laysander, gimana nih kabarnya? Kami berharap kalian selalu baik ya! Nah, dalam artikel kali ini Laysander akan menjawab pertanyaan yang sempat kami dapatkan nih. Pemain advertising tentu tidak asing lagi dengan cetakan banner ya. Tapi, ternyata masih ada yang bertanya, kenapa sih cetakan banner bisa menyusut?

Cetak Banner Gambarnya Menyusut? Ini Solusinya! 1

Apa kalian pernah mengalami hal yang sama? Cetakan sudah disesuaikan dengan baik di RIP Software, tapi ketika dicetak, eeh tahu-tahunya menyusut. Sebenarnya nih, kesalahan atau error dalam proses percetakan itu bisa terjadi karena banyak faktor, misalnya saja dalam proses mencetak banner tersebut. Seperti yang kita tahu, banner memiliki banyak ukuran beragam, yang biasanya menyesuaikan kebutuhan customer. Untuk menyesuaikan proses mencetak memang dibutuhkan ketelitian dan pengecekan menyeluruh agar semua yang sudah di design dapat tercetak dengan sempurna. Karena, salah satu faktor pertama hasil cetak tidak sesuai dengan design di komputer adalah kesalahan ukuran yang dipilih. Jadi jangan lupa dicek agar setting bisa sesuai ukuran cetaknya yaa.

Baca juga: Benarkah Cetak Satu Pass Beri Keuntungan Lebih?

Alasan lain kenapa terjadi penyusutan ketika proses cetak banner adalah karena bahan yang digunakan, seperti contoh backlit dari kain, yang akan melalui proses printing melar atau memuai. Jika begitu, cetakan jelas bisa tidak sesuai karena tinta tidak bisa disemprot dengan tetap. Karena itu, jangan lupa untuk memperhatikan dan menyesuaikan setting dengan bahan yang digunakan, ok?

Penyebab selanjutnya juga bisa diakibatkan oleh pinch roller atau penahan media yang ada di printer, yang sudah lanjut usia alias tua. Ini mengakibatkan bahan cetakan kita lari dan ukurannya menjadi tidak sesuai. Pinch roller yang sudah tua bisa berubah bentuk menjadi lancip atau lonjong alih-alih bulat seperti seharusnya. Sehingga, fungsi nya berkurang dan tidak kuat lagi untuk menahan atau men-grip media yang ada di printer. Ini jelas berpengaruh pada hasil cetakan nih. Tenang, masalah satu ini bisa diatasi dengan mengganti pinch roller secara berkala dan selalu memastikan kelayakannya beberapa saat sebelum melakukan proses mencetak. Juga jangan lupa untuk selalu merawat pinch roller dengan membersihkannya.

Nah, selain ketiga hal di atas, ada beberapa hal juga yang bisa Sahabat Laysander lakukan, untuk mencegah cetakan yang menyusut atau tidak sesuai yang diinginkan. Misalnya saja, kalian bisa melakukan kalibrasi printer, untuk memastikan software RIP sesuai dengan printer, jadi hasil cetak akan sesuai dengan designnya. Baiknya, kalibrasi ini bisa kalian lakukan kalau akan mencetak bahan yang berbeda dari cetakan sebelumnya.

Baca juga: Seberapa Sering Filter Tinta Harus Diganti?

Berikutnya, kalian juga bisa memperhatikan pengaturan feather di komputer, karena itu bisa mempengaruhi presentasi ukuran panjang suatu design. Masalah ini bisa kalian atasi dengan melakukan pengaturan atau setting di software ripping yang kalian gunakan untuk mengedit design, misalnya photoprint.

Jangan lupa perhatikan untuk langsung “menanggulangi” kalau cetakan sudah mulai meleset ya, karena sekali cetakan sudah “lari”, semakin panjang printnya maka “lari”nya bisa semakin panjang juga lho. Jika semua “penanggulangan” itu sudah dilakukan , dan pengecekan dari segala sisi juga sudah benar, maka dapat dipastikan hasilnya tidak akan meleset barang satu senti pun.

Nah, jika sahabat Laysander masih bingung mengenai cara setting computer agar maksimal, Yuk bisa langsung ditanyakan ke tim teknis handalnya Laysander!

Sebagai tambahan, kami juga berbagi memberikan sedikit tips nih. Apa aja sih yang harus diperhatikan ketika kita membuat design, agar hasilnya maksimal dan sesuai dengan yang kita inginkan saat dicetak?

Satu, kita harus memperhatikan perpaduan dan pengaturan warna yang akan digunakan. Kamu harus ingat, bahwa warna pun bisa berbeda antara di layar dengan hasil cetakan. Ini karena perbedaan setting warna yang digunakan, pilihan antara CMYK atau RGB nih. Kalau mau tahu lebih lanjut, cek artikel kami deh di Warna Hasil Cetak dengan Monitor Seringkali Berbeda, Ternyata Ini Alasanya!

Selain itu, perhatikan juga ukuran media dan resolusi yang dibutuhkan, sebelum kita melakukan proses cetak. Semakin luas permukaan cetak, tentunya semakin tinggi pula resolusi gambar yang kamu butuhkan. Hal ini mencegah agar tidak ada pixelasi yang tampak ketika kita melihat gambar baik dari jarak dekat maupun jauh. Untuk mencetak suatu gambar menjadi media luas seperti banner, setidaknya diperlukan ukuran 300 DPI (dots per inch).

Nah bagaimana, Sahabat Laysander? Semoga informasi dari kami ini berguna ya biar bisnis digital printing kamu makin maksimal. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Reply

× Apa yang bisa dibantu?