Mesin Bekas, Masihkah Jadi Pilihan yang Baik?

Pernah dengar istilah mesin digital printing rekondisi? Mungkin, istilah “mesin second” lebih familiar ya buat Anda. Ya, mesin rekondisi merupakan mesin second yang sudah diperbaharui kondisinya, dan diberikan teknologi (printhead) baru. Ini tampaknya bisa jadi solusi bagi Anda yang baru ingin menjajaki bisnis digital printing dengan memiliki mesinnya sendiri, tapi dengan dana yang terbatas. Tapi perlu bagaimana pun perlu Anda ingat, sebaik apa pun sebuah mesin direkondisi, tentu belum bisa mengalahkan kualitas mesin baru. Jadi, Anda perlu perhatikan matang-matang dan bisa juga menganalisa terlebih dahulu kebutuhan customer Anda.

Hal lainnya yang perlu Anda perhatikan adalah ketersediaan parts mesin digital printing dan siapa penjual mesin tersebut. Mesin yang sudah “berumur” bisa jadi beberapa parts-nya sudah discontinue bahkan dari pabriknya, jadi akan lebih sulit. Selain itu, seringkali mesin rekondisi dijual tanpa garansi, jadi Anda berpotensi mengeluarkan uang lebih besar. Karena itu, kalau memang pertimbangan Anda sudah matang dan akan membeli mesin rekondisi, konsultasikan dan belilah dari supplier terpercaya!

Baca juga: Mesin Digital Printing China VS Jepang

Ringkasan Perbandingan

Biar lebih pasti, coba deh buat checklist dari 5 hal berikut, sebelum beli mesin digital printing rekondisi!

 Mesin Baru Mesin Rekondisi 
Hasil cetak optimal ditunjang oleh kondisi head baruHasil cetak kurang baik karena head bekas
Garansi 1 TahunGaransi 6 bulan (beberapa mesin)
Biaya perawatan rendahBiaya perawatan dan spare parts lebih tinggi
Hasil cetak yang lebih baikHasil cetak kurang maksimal
Perbandingan singkat mesin baru & rekondisi

Kualitas Cetakan

Seperti yang sudah kami jelaskan, tentu kualitas mesin rekondisi tidak se-prima mesin baru. Meskipun begitu, paling mesin rekondisi incaran Anda harus menghasilkan kualitas cetakan yang masih cukup oke ya. Baik itu dari segi warna, maupun kejelasan dan ketajaman hasil cetakan. Kalau poin pertama ini sudah tidak terpenuhi, Anda bisa berpikir ulang dan kami sarankan mencari mesin lain ya. Karena, tentunya hasil cetakan menjadi poin penting yang dicari oleh pelanggan Anda.

Kecepatan Cetak

Mesin terbaru tentu menghasilkan cetakan dalam waktu yang lebih cepat dibanding mesin generasi sebelumnya. Karenanya, Anda harus memastikan kondisi mesin rekondisi yang hendak dibeli, dan memperhitungkan apakah kecepatannya bisa memenuhi kebutuhan produksi. Kalau poin pertama dan kedua ini terpenuhi dengan baik, mesin rekondisi tersebut bisa jadi pertimbangan yang baik untuk Anda.

Baca juga: Printer Huruf Timbul: Hasilkan Keuntungan Lebih!

Garansi dan Kualitas Mesin

Umumnya, supplier mesin akan memberlakukan jangka waktu tertentu untuk memberikan garansi kepada mesin Anda. Jika sudah beberapa tahun berlalu, atau ada bagian yang sudah dimodifikasi, tentunya garansi tersebut sudah tidak berlaku ya. Karena itu, spesial untuk mesin rekondisi, Anda harus menanyakan jangka waktu garansi yang berlaku, dan apa saja bagian yang digaransi. Selain itu, Anda juga perlu menanyakan detail keadaan mesin tersebut, serta kerusakan apa yang sudah pernah terjadi. Serta, apakah parts yang terpasang masih original dan bisa berfungsi dengan baik. Tentunya akan lebih terjamin pula kalau Anda membeli mesin rekondisi yang cukup dikenal ya, seperti Epson, Liyu, maupun Ecojet.

Cek Harga

Jika semua poin sebelumnya sudah oke, langkah terakhir adalah memastikan uang yang Anda bayarkan setimpal dengan apa yang Anda dapatkan. Anda bisa browsing dulu harga terbaru mesin rekondisi yang setipe, baru menentukan tambatan hati ya.

Ingat, meskipun membeli mesin rekondisi lebih berisiko dibanding mesin baru, bukan berarti ini jadi pilihan yang buruk. Kalau Anda masih ragu dan banyak pertanyaan, jangan segan hubungi kami ya, kami siap sedia membantu!

Baca juga: 4 Cara Meningkatkan Omzet Usaha Digital Printing

Maxima PZ

Rp. 230.000.000

Selengkapnya

Maxima SP

Rp. 240.000.000

Selengkapnya

Maxima DSP

Rp. 250.000.000

Selengkapnya

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Apa yang bisa dibantu?